Kamis, 09 Juni 2016

MAKALAH KONSEP DASAR IPS

MAKALAH
KONSEP DASAR IPS



 















DISUSUN OLEH :
·           Novisa Feriana Dewi     (NIM.825463734)
·           Siti Istiqomah Farida    (NIM.825589503)
·           Setia Wati                       (NIM.825581562)
·           Sheptylia Vidiawati       (NIM.825585197)
·           Erika Dwi Larasati       (NIM.825571024)
·           Reni Puspita Sari           (NIM.825584837)
·           Maryono                         (NIM.825564344)




UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH (UT-UPBJJ) PALEMBANG
PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

TAHUN AKADEMIK 2014/2015



KATA PENGANTAR


Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha esa, karena hanya dengan izin dan kuasanyalah kami dapat menyusun makalah ini dengan baik. Adapun maksud dan tujuan makalah ini, sebagai tugas mata kuliah konsep dasar IPS SD/PDGK 4101 di Universitas Terbuka UPBJJ-UT Palembang pokjar Belitang. Ucapan terima kasih, kepada bapak/ Tutor pembimbing yang telah memberikan bimbingan serta pengarahan dalam hal struktur maupun penyusunan makalah ini, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik.
Dalam penyusunan makalah ini tidak sedikit hambatan maupun rintangan yang kami temui, namun berkat bimbingan dari berbagai pihak, penyusun makalah ini dapat kami selesaikan. Kami telah berusaha menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya walaupun demikian, saran dan kritik yang bersifat membangun masih sangat kami harapkan.
Adapun masalah yang saya angkat dalam makalah ini adalah mengenai “Konsep Dasar Ips” semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan dan mudah-mudahan Tuhan yang maha esa memberikan rahmat dan karunia pada umat manusia.



Gumawang,    November 2014



Penulis




DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL              i
KATA PENGANTAR                       ii
DAFTAR ISI              iii
BAB I                                     1
1.1.  Latar Belakang
1.2.  Rumusan Masalah
1.3.  Tujuan
BAB II                        1

BAB III



BAB I
PENDAHULUAN


1.1.       Latar Belakang
Pada hakikatnya konsep dasar IPS memiliki beberapa istilah-istilah antara lain : antropologi – sosiologi, ekonomi, geografi, sejarah, ilmu politik, psikologi ataupun psikologi sosial.
Di dalam IPS penyajian materi ini mencangkup konsep dasar geografi yang mempelajari tentang geografi sebagai ilmu pengetahuan biofisik, geografi sebagai relasi hubungan timbal balik antara manusia dengan alam, geografi sebagai ilmu ekologi manusia, geografi sebagai studi bentang lahan, geografi sebagai studi penyebaran gejala dipermukaan bumi geografi teori keruangan bumi.
Serta mencangkup permasalahan ekonomi yang meliputi : kebutuhan manusia diantaranya :
1.      Kebutuhan primer
Kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi karena untuk mempertahankan hidupnya,
Contoh : makanan, pakaian dan perumahan

2.      Kebutuhan skunder
Kebutuhan yang harus dipenuhi supaya dapat hidup lebih baik sehingga makhluk yang berbudaya :
Contoh : buk dan sepatu

3.      Kebutuhan tersier
Kebutuhan tingkat lanjut setelah kebutuhan skunder
Contoh mobil mewah dan rumah mewah

1.2.       Rumusan Masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan konsep dasar geografi?
b.      Apa yang dimaksud dengan pengertian dan kajian geografi?
c.       Apa yang dimaksud dengan pendekatan materi geografi?
d.      Apa yang dimaksud dengan konsep dasar ekonomi?
e.       Apa yang dimaksud dengan permasalahan ekonomi?

1.3.       Tujuan
a.       Mengetahui konsep dasar geografi
b.      Mengetahui pengertian dan kajian geografi
c.       Mengetahui pendekatan materi geografi
d.      Mengetahui konsep dasar ekonomi
e.       Mengathui permasalahan ekonomi





BAB II
PEMBAHASAN
MODUL 5
KONSEP DASAR GEOGRAFI

KB.I


PENGERTIAN DAN KAJIAN GEOGRAFI
A.  Pengertian Geografi
Terkesan oleh sebagian orang tentang materi yang terkandung dalam ilmu geografi kurang jelas. Pelajaran geografi yang diajarkan di Sekolah terkesan sebagai ilmu yang hanya dapat dihafalkan oleh para siswa, seperti menghafal nama-nama tempat lain di muka bumi.
Cara mempelajari fakta lain seperti jumlah penduduk sebuah kota, nama serta lokasi semua negara baru di Afrika. Gagasan atau pemikiran geografi, seperti “Encyclopedic” yang berisi pengetahuan tentang tempat yang harus digambarkan sebagaimana ketika wartawan salah satu surat kabar meminta bantuan kepada Departemen geografi di salah satu Universitas untuk mendapatkan nama dan lokasi suatu tempat yang berhubungan dengan kasus fenomenal yang beredar di masyarakat umum.
Sebagian orang juga beranggapan bahwa geografi adalah segala aktivitas dan perbuatan yang berhubungan dengan peta. Orang yang berpendapat demikian karena orang yang mempelajari geografi harus mampu membuat peta dan harus bekerja sama dengan pihak-pihak yang berwenang dalam pembuatan peta.
Pandangan lain berpendapat bahwa ahli-ahli geografi harus mampu menulis dan mendeskripsikan hasil perjalannya. Cerita akan petualang dari hasil perjalanan ke wilayah yang belum dikenal memberikan kesan gagasan terhadap geografi adalah ilmu tentang wilayah atau tempat.
Nama dan lokasi kota atau tempat adalah merupakan fakta bagi seorang ahli geografi dan diasumsikan kedudukannya sama dengan tanggal atau bulan atau tahun bagi ahli sejarah.
Perbedaan tipe peta tematik sangat penting artinya dalam penelitian geografi digabung bersama dengan tabel, diagram dan tulisan-tulisan laporan.
Adanya beberapa kesan tentang kandungan geografi yang dikemukakan di atas dan dilihat perkembangan sejarah geografi dari masa Yunani kuno sampai saat ini maka menurut Broek (1980) hakikat geografi ada 6, yakni :
1)   Geografi sebagai ilmu pengetahuan Biofisik
Pada akhir abad ke-19, ketika ilmu pengetahuan, geologi, meteorologi dan botani sudah mengalami perkembangan yang sedemikian pesat maka ahli-ahli geografi terpengaruh dan tertarik mengikuti metode-metode disiplin ilmu-ilmu tersebut.
2)   Geografi sebagai relasi hubungan timbali balik antara manusia dengan alam.
Konsep geografi yang masih berlaku di kalangan awam yakni tujuan geografi adalah menyingkap bagaimana lingkungan alam berpengaruh terhadap kondisi tingkah laku manusia. Gagasan ini berasal dari permulaan akhir abad ke-19.
3)   Geografi sebagai Ilmu Ekologi Manusia
Keanekaragaman di kalangan pengikut paham determinisme environmentalis mendefinisikan geografi sebagai studi pengetahuan yang mempelajari hubungan manusia dengan tempat tinggalnya.
4)   Geografi Sebagai Studi Bentang Lahan
Paham ini bertentangan dengan pendapat kaum environmentalisme yang mengatakan bahwa lingkungan alam lebih bersifat pasif dan masyarakat manusia berperan labih aktif.
Suatu masyarakat mengembangkan tempat tinggalnya dengan cara mengubah bentang alam menjadi bentang budaya jenis dan kualitas perubahan ini tergantung dari tingkat kebudayaannya.
5)   Geografi sebagai studi penyebaran gejala di permukaan bumi.
Penempatan lokasi suatu benda atau penduduk di dalam peta dinyatakan dengan pola-pola penyebaran nya tidak dapat diragukan cara ini adalah lebih efisien untuk mengungkapkan hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih.
Cara ini lebih berarti untuk mengetahui hubungan dari dua variabel atau lebih.
Geografi dapat didefinisikan sebagai studi penyebaran / distribusi gejala dipermukaan bumi, yaitu dimana letak sesuatu benda itu berada. Hal yang penting di sini adalah objektivitas lokasinya.
Lokasi suatu objek adalah suatu atribut dari objek itu sendiri dan bagaimana legimitasinya berkaitan dengan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
6)   Geografi sebagai Teori Kekurangan Bumi
Ahli-ahli rasionalis pada abad ke-18 dan akhir abad ke-19 ahli environmentalisme mempunyai gagasan agar geografi membentuk dan memasukkan hukum-hukum atau dalil-dalil secara universal sehingga geografi dapat diakui secara ilmiah.
Geografi selalu menggabungkan deskripsi tempat-tempat tertentu dengan formulasi konsep-konsep serta prinsip-prinsip umum diperkuat oleh fondasi-fondasi teoritik.
Pencarian hukum-hukum atau dalil-dalil yang bersifat umum pada suatu tingkatan abstraksi tinggi akan segera berhadapan dengan akar geografi, yakni akan menghilangkan atau mengabaikan ruang dan waktu yang merupakan unsur pokok dalam geografi.
Penyebaran terutama ditentukan oleh hasil proses-proses sejarah masa lampau dan masa kini.

B.       Kajian Materi Geografi
Kajian materi suatu ilmu kadang-kadang dipelajari oleh ilmu-ilmu yang lain (objek material). Contoh antara geografi sosial dengan sosiologi, sama-sama mempelajari kelompok manusia pada suatu tempat.
Antara geomorfologi dengan geografi fisik mempelajari bentuk lahan. Antara geografi ekonomi dengan ekonomi yang sama-sama membahas kebutuhan manusia di dalam suatu lokasi tertentu.
Hal yang membedakan suatu dengan ilmu yang lain dalam hal memecahkan masalah yaitu sudut pandang satu ilmu dalam memecahkan masalah atau dalam memberikan sejumlah alternatif pemecahan masalah (objek formal).
Objek kajian geografi sangat luas (objek material) mencakup aspek fisik (lingkungan) aspek manusia serta aspek hubungan manusia dengan lingkungan. Objek material geografi dapat mengenai pemukiman desa, kota, tempat pariwisata daerah aliran sungai, bentuk lahan, bentang darat, sumber daya industri, kependudukan, wilayah atau region, iklim, tanah, air dan masih banyak lagi.
Secara ringkas objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terdapat dan terjadi di permukaan bumi.
Objek formal geografi adalah acara memandang dan cara berfikir terhadap objek material tersebut dari segi geografi, yaitu segi keruangan, kelingkungan dan kompleks wilayah.


Modul    : 5
KB         : 2

PENDEKATAN MATERI GEOGRAFI
Pada umumnya dalam memecahkan persoalan geografi cenderung menggunakan pendekatan topical seperti :
·         Welfare Approach
·         Behavioral Approach
·         Marxist Approach
·         Conflict management approach.
Menurut pendapat Hagett (1975) ada 3 macam pendekatan geografi yaitu :
1.      Pendekatan keruangan
2.      Pendekatan ekologikal dan
3.      Pendekatan kompleks wilayah

A.  Pendekatan Keruangan
Pendekatan ini merupakan :
Kerangka analisis yang menekankan eksistensi (keberadaan) ruang sebagai penekanannya.
Yang harus diperhatikan dalam analisis keruangan ada 2 hal yaitu :
1.      Penyebaran penggunaan ruang yang telah ada.
2.      Penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancang.
Dalam geografi ada 2 pengertian wilayah yaitu :
·         Wilayah Formal (Formal Region)
·         Wilayah Fungsional (Fungtional Region)
Wilayah Formal dapat dibedakan dalam 2 pengertian yaitu :
1.      Pengertian Internasional yaitu :
Wilayah dapat meliputi beberapa negara yang mempunyai kesatuan alam dan kesatuan manusia.
Contoh Wilayah : Asia Tenggara, Eropa Barat dll
2.      Pengertian Nasional yaitu :
Wilayah merupakan bagian dari negara dan bagian tersebut mempunyai kesatuan alam dan kesatuan manusia.
Contoh : Wilayah Timur Sumatera, Wilayah Utara Jawa
Sedangkan wilayah fungsional adalah :
Bagian dari permukaan bumi di mana terdapat beberapa keadaan alam yang berlawanan sehingga timbulnya bermacam-macam kegiatan yang saling mengisi dalam kegiatan penduduknya.
Konsep tempat dalam pengertian “Wilayah dapat digunakan sebagai pendekatan geografi, klasifikasinya meliputi :
1.      Uniform Region
Suatu wilayah dijadikan sumber dasar telaah geografi disebabkan adanya kesamaan dalam kriteria.
Contoh : Daerah pertanian memiliki kesamaan iklim, luas, hidrologi dan budaya.
2.      Nodal Region
Suatu wilayah yang diatur oleh beberapa pusat kegiatan melalui garis melingkar.
Contoh : Jakarta sebagai ibukota.
3.      Generic Region
Wilayah yang diklasifikasikan berdasarkan jenisnya
Contoh : Wilayah iklim tropik, wilayah iklim sedang, wilayah hutan pantai dll..
4.      Specific Region
Wilayah berdasarkan kekhususan sehingga merupakan daerah tunggal yang mempunyai ciri-ciri tersendiri.
Contoh : wilayah waktu, WIB, WIT
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi tempat sebagai ruang hidup. Ruang dalam hal ini ditafsirkan menurut 3 pendekatan yaitu.
1.   Pendekatan Ekologis yaitu :
Ruang sebagai milieu yang berisi sumber alam
2.   Pendekatan spatial (keruangan) yaitu :
Ruang sebagai space sebagai ajang kegiatan manusia.
3.   Pendekatan Regional yaitu :
Sebagai region, daerah atau kesatuan politis.
Menurut pakar geografi, pakar geologi, sejarawan, pakar ekonomi dan pakar-pakar ilmu lain telah menyadari bahwa :
·      Suatu peta merupakan alat bantu yang tidak dapat ditinggalkan dan sangat diperlukan.
Berikut ini beberapa contoh fungsi peta :
·      Fungsi peta untuk perencanaan regional.
a.    Untuk memberikan informasi pokok dari aspek keruangan tentang karakter suatu daerah.
b.   Sebagai alat menganalisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
c.    Sebagai alat untuk menjelaskan penemuan-penemuan penelitian yang dilakukan.
d.   Sebagai alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.
Ada 3 kelompok klasifikasi peta yaitu :
1.      Peta Topografi
Memberikan gambaran umum mengenai permukaan lahan.
2.      Chart & Peta Jalan
Disusun dengan tujuan sebagai alat bantu dalam navigasi.
3.      Peta Tematik
Untuk menunjukkan tema-tema tertentu (menampilkan satu tema khusus atau lebih)

B.  Pendekatan Ekologi
Pendekatan ini menekankan keterkaitan antara fenomena geosfer dengan variabel lingkungan yang ada bukan eksistensi keruangan.
Dalam pendekatan ini digunakan unsur lingkungan yang berpengaruh terhadap persepsi dan aspirasi penduduk, secara garis besar terdiri dari :
1.      Lingkungan Fenomena / Gejala Fisik meliputi :
·    Iklim
·    Tanah
·    Pola Drainase
·    Flora
·    Lokasi / letak dll.
2.      Lingkungan Tingkah Laku, meliputi :
·    Kepercayaan setempat.
·    Organisasi sosial.
·    Agama
·    Aktivitas pekerjaan.
·    Ikatan kekerabatan.
3.      Persepsi dan aspirasi penduduk terhadap Bencana Alam Gunung Merapi.
·    Penduduk tetap bertahan dan menempati tempat kelahirannya.

C.  Pendekatan Kompleks Wilayah dan Presentasi Peta
Kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi disebut Analisis Kompleks Wilayah.
Di bawah ini akan diberikan contoh tentang analisis kompleks wilayah sebagai model penelitian geografi dan pengajaran geografi mengenai perancangan wilayah dalam rangka penyiapan pemukiman transmigrasi yang dilakukan oleh Ruslan Diwiryo.
Contoh perancangan wilayah untuk transmigrasi dalam perencanaan ini dibedakan beberapa tahap yaitu :
1.    Identifikasi wilayah potensial di daerah-daerah luar jawa.
2.    Identifikasi bagian-bagian wilayah menurut tingkat aksebilitas.
3.    Perumusan untuk perancangan umum untuk 20 tahun yang dikelompokkan menurut konsep struktur pengembangan wilayah.


KB         : 3
Materi    : Pelajaran Geografi

MATERI PELAJARAN GEOGRAFI DI SD / MI
PAKET A

A.  Mata Pelajaran Geografi di SD / MI
1.    Kedudukan Geografi dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.
Berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) kedudukan mata pelajaran geografi di tingkat SD / MI dan Paket A geografi termasuk bagian dari ilmu pengetahuan sosial. Mata pelajaran IPS merupakan gabungan dari Sosiologi, Geografi, Ekonomi dan Sejarah.
Sumbangan yang besar geografi adalah “tempat atau bumi sebagai tempat manusia”. Di mana manusia dengan lingkungannya dan membentuk karakteristik tempat tertentu berbeda dengan lainnya.
2.    Tujuan Pembelajaran.
Ilmu pengetahuan sosial di SD / MI dan Paket A mempunyai tujuan sebagai berikut :
a.    Mengembangkan pengetahuan dasar kesosiologian, kegeografian, keekonomian, kesejarahan dan kewarganegaraan.
b.    Mengembangkan kemampuan berfikir, pemecahan masalah dan keterampilan sosial.
c.    Membangun komitmen dan kesadaran nilai-nilai kemanusiaan.
Tujuan pembelajaran IPS Geografi adalah mengembangkan pengetahuan dasar ke geografian.
Ada 3 esensi kompetensi dasar pembelajaran geografi yaitu :
a.    Kemampuan membuat peta dan membaca peta.
b.    Penilaian terhadap penyusunan pengelompokan fakta baik yang bersifat fisik maupun kemanusiaan untuk mendapatkan keseimbangan.
c.    Kemampuan memahami hubungan aktivitas manusia dengan lingkungan sekitarnya.
3.    Ruang Lingkup Pembelajaran IPS Geografi.
Ruang lingkup pembelajaran IPS Geografi adalah sebagai berikut “Asepk manusia, ruang dan lingkungan” yang terbagi ke dalam sub aspek, yakni :
a.    Sistem informasi geografi.
b.    Interaksi internal suatu wilayah.
c.    Struktur internal suatu wilayah.
d.    Interaksi keruangan.
e.    Persepsi lingkungan dan kewilayah.
4.    Kompetensi Dasar Geografi dalam IPS SD / MI / Paket A.
Standar kompetensi mata pelajaran IPS Geografi di SD, MI dan Paket A.
a.    Kemampuan memahami perubahan unsur-unsur fisik muka bumi dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia di bumi.
b.    Kemampuan memahami kondisi geografi permasalahan kependudukan dan lingkungan hidup di Indonesia.
c.    Kemampuan memahami kondisi fisik dan sosiologi negara berkembang serta negara maju.
B.  Mata Pelajaran Geografi di SD / MI
Pengertian Geografi
Pengertian geografi dijelaskan “Geografi mengkaji tentang aspek ruang dan tempat pada berbagai skala  di bumi” penekanan kajiannya adalah gejala-gejala alam dan kehidupan yang membentuk lingkungan dan tempat.
Mata pelajaran geografi mengembangkan pemahaman siswa terhadap organisasi spasial masyarakat, tempat-tempat dan lingkungan pada muka bumi. Siswa di dorong untuk memahami proses-proses fisik yang membentuk pola-pola muka bumi, selain itu siswa di motivasi secara aktiv untuk menelaah bahwa kebudayaan dan pengalaman mempengaruhi persepsi manusia tentang tempat-tempat dan wilayah.

BAB III
PENUTUP


3.1.       Kesimpulan
Kedudukan mata pelajaran geografi di SD termasuk dalam bagian ilmu pengetahuan sosial, tetapi masing-masing pelajaran kelompok IPS ini di ajarkan secara terpisah.
Tujuan pelajaran ini menjadikan siswa sebagai warga negara yang baik, baik ditingkat nasional maupun masyarakat dunia.
Mata pelajaran geografi dalam IPS adalah bumi sebagai tempat tinggal manusia sehingga geografi mampu menyintesis unsur-unsur fisik maupun unsur-unsur sosial dalam penjelasan interaksi manusia dengan lingkungannya. Tujuan pembelajaran IPS geografi SD/MI/Paket A adalah pengembangan pengetahuan dalam ke geografian / pembuatan peta, penulisan dan pengelompokkan faktor fisik maupun sosial dan kemampuan memahami hubungan timbal balik aktivitas manusia dengan lingkungannya.
Serta ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana usaha manusia memenuhi kebutuhan dengan alat pemenuh kebutuhan yang terbatas untuk mencapai kemakmuran.
Pemenuh kebutuhan berupa barang dan jasa yang mempunyai nilai ekonomi, artinya untuk memperolehnya harus dengan pengorbanan adalah dengan mengeluarkan uang.

3.2.       Saran
Demikianlah makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang membaca yang sifatnya membangun agar makalah ini menjadi lebih baik.




DAFTAR PUSTAKA



1 komentar: